Niat Mandi Wajib yang Dilakukan Akan Tetap Tidak Sah Karena Hal Ini

5 Fakta Ablutophobia, Fobia Takut Mandi dan Membersihkan Diri

Melakukan tata cara yang benar dan membaca niat mandi wajib adalah cara orang muslim untuk menyucikan diri setelah berjimak (hubungan badan) ataupun haid. Hal ini hukumnya wajib karena salah satu syarat ibadah kita diterima adalah bersuci. Namun, ada beberapa hal yang dapat membuat niat mandi wajib tidak sah. Berikut Anda simak penjelasan di bawah ini.

1.            Tidak Melakukan Secara Benar

Anda dapat menemukan banyak sekali artikel tentang tata cara dan bacaan doa niat mandi wajib secara benar. Mulai dari membaca niat, urutan bagian tubuh yang harus dibasuh, berwudhu, dan seterusnya.

Jika Anda tidak melakukan tahap-tahapnya secara benar, sudah jelas mandi wajib Anda tidak sah. Dan hal ini dapat merusak kesempurnaan ibadah.

2.            Melanggar Rukun Mandi Wajib

Rukun mandi wajib ada tiga, yaitu membaca niat mandi wajib dalam hati dan tidak perlu diucapkan secara lisan, menghilangkan najis dan kotoran yang menempel pada tubuh, mengguyur seluruh anggota tubuh sampai yang paling tersembunyi dengan air. Termasuk rambut maupun bulu-bulu yang ada di tubuh.

3.            Tidak Membaca Niat

Membaca niat mandi wajib ini dimulai saat air menyentuh bagian tubuh. Bila Anda lupa membaca niat dan terlanjur langsung melompati ke tahap membasuh tubuh, maka mandi wajib tersebut di anggap tidak sah dan harus mengulanginya dari awal.

4.            Tidak Menggunakan Air yang Bersih

Air dapat dikatakan bersih apabila air tersebut suci dan lagi menyucikan. Mandi wajib di anggap tidak sah jika menggunakan air yang tidak bersih. Terkecuali Anda dalam keadaan kondisi susah air bersih, sehingga hal tersebut membuat berlakunya hukum tayamum diperbolehkan.

5.            Ada Bagian Tubuh atau Kulit yang Tidak Kena Air

Menurut Hadist Riwayat Al Bukhari dan Muslim, ketika Rasulullah SAW mandi junub, beliau membasuh kedua tangannya. Lalu menuangkan air dari tangan kanan ke tangan kirinya kemudian membasuh kemaluannya. Lantas berwudhu sebagaimana akan sholat. Lalu beliau  membersihkan kulit kepala dengan jari-jarinya. Setelah itu beliau mengguyurkan air ke atas kepala sebanyak 3 kali. Dilanjutkan dengan mengguyur seluruh badan dan kaki.

Oleh karena itu, jika ada bagian tubuh yang tidak terkena air, mandi wajib tersebut di anggap tidak sah.

6.            Ada Bagian Rambut atau Kepala yang Tidak Terbasuh

Beberapa pewarna rambut dapat menghalangi air untuk bisa sampai ke rambut. Berbeda dengan bahan pewarna alami yang dapat meresap ke rambut. Rambut yang di sanggul ataupun di ikat juga harus dibiarkan terurai agar air bisa membilas semua bagian. Hal-hal yang membuat terhalangnya air tersebut dapat membuat mandi wajib tidak sah.

7.            Ada Kotoran yang Tertinggal di Kuku

Kotoran yang ada di dalam kuku dapat menghalangi air sehingga wajib untuk dibersihkan. Begitu juga pemakaian cat kuku yang tidak terbuat dari bahan alami. Sehingga kotoran maupun cat kuku tersebut harus dibersihkan

8.            Memiliki Treatment yang Tidak Dapat di Tembus Air

Seperti memakai tato, melakukan sulam bibir atau alis, mengikir gigi, dan treatment lain yang mengubah ciptaan Allah. Larangan tersebut berdasarkan Hadist Riwayat Bukhari 4886, Muslim 2125, dan lainnya.

Namun mengingat Allah Maha Pengasih dan Penyayang, terdapat kondisi khusus yang menjadi keringanan apabila seseorang tersebut bertaubat dan belum mampu menghapus tato maupun bekas-bekas perlakuan mengubah tubuh lainnya. Dengan keringanan untuk tetap bisa mandi wajib dan menyerahkan serta memohon ampun kepada Allah.